Stop Menyebar Hoax dan Ujaran Kebencian

Toleransi sedang dicabik-cabik, meninggalkan luka robek dalam sendi kehidupan bernegara yang telah lama dijaga dengan apik.

Bangun pagi lihat Twitter hujat sini, makan siang sambil komentar di Instagram mencaci situ, semua orang harus sama seperti ini, kebhinnekaan dan keberagaman dibilang ndak mutu.

Konten hoax dan negatif menyebar sporadis dan sistematis, jangan tanggalkan akal sehat untuk menganalisis. Pesan positif pun tak lantas pesimis, ia terus digaungkan oleh pencinta-pencinta negeri yang selalu berfikir optimis.

Tahan jempol dan mulailah berfikir, ujaran kebencian dan saling mencaci harus segera berakhir. Apa guna saling nyinyir, jika sikap menentang perbedaan bisa diminimalisir. Setidaknya, jangan bertingkah selayaknya pandir.

Pendahulu telah sepakat merayakan kemerdekaan dengan toleransi dalam keberagaman. Seperti kata KH. Hasyim Asy’ari yang menggelorakan Hubbul wathon minal iman. Cinta tanah air sebagian dari iman.

Front end Designer & Web Developer, (katanya sih) Blogger, Milo Dinosaurus Lover, fans Real Madrid dan penyuka angka tujuh.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Stop Menyebar Hoax dan Ujaran Kebencian

by Setiyo Mursid time to read: 1 min
0