Untuk Perempuanku

Aku menulis malam ini di antara guling dan adikku yang lagi senyum-senyum ngobrol dengan lawan bicaranya di seberang sana. Hasrat menulis tetiba muncul di saat aku sudah siap untuk tidur. Kamu? kamu sudah tidur lebih awal meninggalkan obrolan kita tentang duren. “Jatuh cintalah tanpa merasa berkorban, tetapi merasalah seperti sedang memperjuangkan“. Begitulah kata seorang cowok ABG pada FTV malam ini yang samar-samar aku dengar dari televisi. Bolehlah untuk sekadar menyetujui pernyataan tersebut.

Continue Reading

Berburu Keindahan ke Waduk Cengklik

Sore itu, kugerakkan motorku untuk berburu keindahan. Setelah sekitar lima belas menit kupacu motorku menembus keramaian kota Solo, aku pun menghentikan motor di depan gerbang sebuah rumah kost. Ya, aku sedang menunggu temanku yang kuajak untuk memburu keindahan tersebut. Tak begitu lama keluarlah perempuan manis yang sangat kukenal langsung menyapaku dengan ramah. “Siap berangkat?”, tanyaku yang kemudian ia balas dengan anggukan tegas.

Continue Reading