Matahari sudah mulai terik saat saya menuju kelurahan untuk mengurus surat pindah guna membuat kartu keluarga (KK) baru. Pengantin baru itu kudu ngurus ini-itu, alih-alih satu kota yang mudah dijangkau, Jogja-Bojonegoro itu jauh, bung! Tepat di pinggir sawah desa Bumirejo, langkahku terhenti oleh sapaan Mbah Mig. KitaIndonesia

Mbus, arep neng ndi? (Mbus, mau ke mana?)”, tanya Mbah Mig.

Badhe tindak kelurahan, Mbah, ngurus KK (Mau ke kelurahan, Mbah, ngurus KK)”, jawabku. Continue reading