Belajar Mencintai Tanah Air Melalui Produk Sepatu Pantofel Handmade

Barang hasil kerajinan Indonesia sudah banyak diminati oleh negara-negara asing. Oleh karena itu sudah sepantasnya sebagai warga Indonesia sendiri mampu memanfaatkan dan menggunakan produknya sendiri, seperti sepatu pantofel misalnya. Menggunakan dan membeli produk lokal merupakan suatu bentuk dukungan dan kecintaan terhadap tanah air.

Segelintir keuntungan membeli produk kerajinan

pantofel handmade

Tren sepatu pantofel handmade sedang naik daun, produsen-produsen bermunculan dengan kreativitas masing-masing.

Lagi pula, membeli barang kerajinan tangan mempunyai berbagai keuntungan. Salah satunya yaitu barang yang dihasilkan unik dan tidak sama seperti item di pasaran. Alasannya, barang hanya diproduksi dalam skala kecil. Atau ketika sedang ada pesanan saja.

Adapun produk kerajinan tangan yang sudah merambah ke pasar asing. Serta memiliki kualitas cukup bagus yaitu Sepatu Pantofel kulit.  Seperti kita tahu, item ini tergolong sangat penting bagi laki-laki maupun perempuan untuk menunjang penampilan.

Produsen Sepatu Pantopel Kualitas Ekspor

Meski produk kerajinan sudah menjamur dan banyak diminati, kita tetap perlu memperhatikan segi kualitas saat membeli. Nah, berikut ini beberapa produsen sepatu pantofel kulit asli:

  • Moodshoes. Produsen asal Bandung. Sepatu pantofel produksi moodshoes menggunakan bahan jenis kulit pull up dan kulit kerbau. Pengerjaannya sendiri dilakukan dengan teknik  rossel sticth down.
  • Masabu Shoes. Produsen asli Jakarta Pusat. Namun memproduksi semua produknya di Kota Bogor. Sepatu pantofel dari Masabu Shoes sangat cocok digunakan oleh pria yang ingin tampil modis, resmi dan rapi.
  • Footstep Footwear. Produsen asal Bandung. Memproduksi berbagai macam pantofel dengan model multifungsi, yang dapat digunakan untuk acara resmi ke kantor atau untuk jalan-jalan.
  • Sanbox Shoes. Produsen asal Bandung ini memproduksi boots sekaligus sepatu pantofel. Bahan yang digunakan berupa kulit sapi asli sehingga kuat dan awet.
  • KYO. Produsen asal Tangerang ini memproduksi pantofel dengan cara berbeda. Hal itu terlihat dari warna gradasi dari setiap sepatu yang diproduksinya.
  • Gig Shoes. Produsen pantofel asal Denpasar, Bali. Hasil produksi Gig Shoes cukup unik karena bagian haknya dibuat tinggi. Selain itu, ujung sepatunya dibuat tidak terlalu runcing demi kenyamanan pemakai.
  • Fecos Shoes. Produsen asal Jakarta Selatan ini sebenarnya terkenal dengan produksi sandal kulit kasualnya. Namun, Ia juga memproduksi sepatu pantofel yang tidak kalah bagus. Bahan yang digunakan yaitu kulit sapi asli.
  • Otsha Indonesia. Produsen asal surabaya yang memiliki moto “Shoes speak louder than words”. Hasil kerajinannya sangat cocok digunakan untuk acara formal maupun untuk jalan-jalan.
  • Hello Youli Shoes. Hello Yuli Shoes merupakan produsen pantofel handmade khusus wanita asal Bandung. Sepatu produksinya mengusung tema vintage dan cocok digunakan untuk acara formal maupun santai.
  • Hello Voila. Produsen asal Bandung ini memproduksi dua model sepatu pantofel. Model oxford dan model loafer.

Kendala Para Pengrajin Sepatu Pantofel Lokal

pantofel handmade

Pantofel kulit warna coklat yang paling favorit, semi formal dengan tetap terlihat casual dengan gaya klasik.

Meskipun jumlah pengrajin terus bermunculan, mereka tetap dihadapkan pada banyak sekali kendala. Salah satunya kendala dalam memasarkan produk. Seperti  yang diungkapkan oleh Hesti, kendala pemasaran ini terjadi akibat pembinaan yang kurang tepat sasaran. Sehingga, kontribusi ekspor nasional kerajinan Indonesia masih tergolong kecil dibandingkan dengan ekspor dari sektor lainnya.

Padahal, proses pembuatan sepatu pantofel sangat teliti serta kreatif. Dimulai dengan pemilihan bahan berkualitas. Kulit, karet, dan kain merupakan bahan dasar pembuatan sepatu. Setelah mendapat bahan yang sesuai, barulah kulit dipotong sesuai dengan desain yang telah dibuat. Proses penjahitan dilakukan menggunakan jarum dan benang sesuai potongan-potongan desain. Hanya tangan dari seorang pengrajinlah yang mampu menangani ketidak sempurnaan ketika menyelesaikan bagian atas yang dijahit.

Setelah selesai dijahit, bagian bawah sepatu dicelupkan dan dilapisi dengan perekat. Sementara kulit sepatu dihaluskan dengan tangan. Kemudian pada bagian tumit dan bagian atasnya dipoles untuk menghasilkan kesan mengkilat pada sepatu. Hanya sepatu buatan tangan terbaiklah yang bisa lolos sampai tahap akhir dan siap dipasarkan. Sayang seribu sayang, proses panjang dengan hasil mengagumkan terkendala oleh perihal pemasaran.

Eksistensi pengrajin semakin membaik dengan adanya pasar online khusus produk kerajinan

pantofel handmade

Qlapa.com, Mall online untuk produk handmade.

Animo masyarakat Indonesia terhadap kerajinan lokal yang cukup tinggi serta peluang pasar yang semakin berkembang menarik perhatian Benny Fajarai dan Fransiskus Xaverius. Mereka kemudian mendirikan situs marketplace khusus untuk produk kerajinan tangan buatan lokal. Situs tersebut mereka beri nama Qlapa.

Alasan utama Benny dan Frans mendirikan situs marketplace yaitu untuk membantu para pengrajin lokal agar dapat bersaing di pasar global dengan menyediakan sarana pemasaran “instan” bagi pengrajin.

Melalui situs tersebut, pembeli dapat membeli produk-produk kerajinan langsung dari pembuat yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Dan untuk para pengrajin, selain bisa menjual produk-produk kerajinan tangan yang sudah jadi, mereka juga bisa menerima pesanan custom dari pembeli. Sehingga marketplace ini menguntungkan kedua belah pihak.