Say No To Sinetron

Stop SinetronPernah lihat sinetron? seperti cinta Fitri, Alisa, Sekar, Tersanjung, Nikita, dan nama sinetron sejenis lainnya. Mengapa hal ini saya ulas di blog ini? Yang paling utama adalah faktor keprihatinan saya terhadap tayangan televisi sekarang ini. Hampir di semua channel TV menyuguhkan apa yang dinamakan “Sinetron“. Sebuah kata yang mana oleh para pakar bahasa diartikan Sinema Elektronik, namun menurut saya sinetron mempunyai arti Pembodohan elektronik. Saya tahu dan yakin mengapa begitu banyak TV menayangkan sinetron, karena memang ini dilihat dari segi bisnis sangat menggiurkan. Dimana target dari program ini adalah mayoritas remaja dan ibu rumah tangga. Namun, betapa ironisnya keadaan seperti ini jika kita mau sejenak untuk berpikir dan merenungkan makna sebenarnya dari sebuah sinetron.

Sebuah tayangan yang sangat tidak mendidik sama sekali, dimana setiap sinetron mempunyai garis besar yang sama. Yaitu ceritanya seputar hubungan cinta, kerabat dan ditambah pihak ketiga yang ingin merebut harta warisan. Dibumbui dengan kelicikan, dengki, jahat, dan sikap yang kurang bermoral lainnya, secara tidak langsung meracuni pola pikir generasi muda bangsa ini ke arah yang dicontohkan dalam sinetron tersebut. Seakan sinetron menjadi sebuah kiblat dalam upayanya memasukkan segala unsur kapitalis dan materialisme yang lepas dari kontrol budaya timur.

Mau dibawa kemana masa depan bangsa ini jika mayoritas generasi mudanya tiap jam disuguhkan tayangan yang berakibat dekadensi moral yang berakar kuat dalam diri mereka. Apakah hidup ini mau seperti sinetron? yang setiap saat bisa foya-foya, dapatin harta dengan cara licik, dan tindakan kotor lainnya. Sebagai seorang manusia yang berkecimpung dalam kancah dunia global ini, inti utama dalam mengarunginya adalah sebuah Filter dalam diri kita. Kita harus bisa membedakan mana tayangan yang baik dan mana yang kurang mendidik.

Sebagai bagian dari penikmat televisi jujur hal ini membuat saya muak dengan adanya surplus tayangan sinetron kampret itu. Apakah kita mau mempertanyakan kinerja LSI yang berwenang masalah sensor? ataukah kita akan selamanya dikelabuhi oleh tayangan sinetron dan tayangan drama seri lainnya yang berkedok agama, namun ternyata ceritanya bertolak belakang dengan ajaran agama.

Mari..kita mulai dari diri sendiri, tanamkan dalam hati, hentikan semua tindak pembodohan dan upaya pemerosotan moral ini dengan mengatakan “SAY NO TO SINETRON!!“. Thank’s