paroden basah

paroden basah

Mengikuti dunia seni parodi dan humor di Kota Solo memang mempunyai kesan tersendiri, sungguh mengasyikkan. Meskipun memang sudah tidak begitu moncer (berjaya), namun masih terus eksis menghidupi atmosfer humor di kota bengawan ini. Setelah dulu aku pernah bahas tentang Orkes Humor Aseli Solo “Pecas Ndahe“, kali ini aku ingin me-review favorit kedua yang tak kalah lucu, yaitu Grup teather humor “Paroden Basah“.

Paroden Basah yang konon berdiri pada 10 Januari 2002 ini berawal dari kumpulan para penggiat teather di lingkungan kampus UNS Solo. Tapi ketika ditanya kapan Paroden Basah berdiri? Mereka pun akan menjawab “Paroden Basah berdiri sejak bu Kartini belum Mens“..dasar memang gila! Sebelumnya, grup humor ini bernama “Boeat Apa Soesah” dengan skill humornya mengajak masyarakat biar pun hidup susah tapi kudu tetap ketawa. Kemudian seiring perkembangannya, nama grup ini menjadi “Paroden Boeat Apa Soesah 24 jam” yang disingkat dengan nama Paroden Basah. Tagline grup ini adalah Comedy From Java.

Paroden Basah

Aku pribadi bukanlah seorang yang suka melihat teather, bahkan berniat nonton pun tidak. Khusus untuk Paroden Basah inilah aku sampai tidak tahu kenapa sudah melekat untuk selalu menyaksikan tiap aksi panggungnya. Terakhir kemarin mereka mementaskan cerita “bangkitnya arwah istri” yang mana begitu keren, tak terpikir olehku, berikut cuplikannya :

masak sih seorang istri yang telah meninggal, tiba2 kembali ke dunia menjenguk suaminya bawa anak yang bukan anaknya. Ketika suaminya bertanya,

Suami : “itu anak siapa Mbok? perasaan anak kita kan masih hidup semua..”

Istri : “Oh ini mas, saya ngadopsi di akhirat”.

dijenguk istri

Paroden Basah - dijenguk istri dan anak yg diadopsi dari akhirat

Untuk urusan hiburan dan menyenangkan diri sendiri, aku gak mikir ribet dan gengsi, asal itu bisa bikin senang ya aku tonton. Entah indie, mayor, artis, masyarakat biasa aku berangkat dah!

Beberapa judul dari Paroden Basah yang pernah dipentaskan diantaranya:

  • Idola Cilik Menthik
  • Yolanda Termehek-mehek
  • Gobyos in Paradise
  • Sang Kemlinthi
  • Nyusu Gudel – Bangkitnya Arwah Istri
  • dll.
Paroden Basah

Melamar penyanyi dangdut di pinggir jalan

Guyonan dan humor model kayak gitu lah yang bener-bener murni humor yang bisa bikin ketawa tanpa dibuat-buat. Menurut pandanganku dengan tidak bermaksud mengunggulkan yang satu dan melirik yang lain, kebanyakan para pelawak zaman sekarang terutama yang di televisi terkesan humornya maksa dan wagu. Beberapa bulan memang sedikit terobati dengan adanya Opera Van Java yang memang benar2 humornya berkelas. Salut buat Sule, Andre Taulani, Azis Gagap, Parto yang bisa membawakan sebuah opera yang benar2 natural dan khas. Dan model seperti inilah yang mulai sulit ditemui.