Seminggu ini aku tumben jadi aktif banget fesbukan. Aktif bikin status dan berbagi foto. Padahal sebelumnya itu aku login facebook aja belum tentu sebulan sekali. Sesaat kemudian aku berhenti di profil facebook-ku sendiri. Aku pikir tampilan baru facebook timeline dengan fitur background profile-nya ini sangat menggelitik untuk didesain. Maka isenglah aku untuk sekadar bikin coretan yang akan menghiasi background profile tersebut. Sekalian buat promosi URL blog, follow akun twitterku, dan sekadar personal branding. Maka, jadilah seperti screenshot profil facebook-ku di atas itu. Continue reading →
Rafting di Sungai Progo Atas
Setelah melakukan perjalanan sekitar dua jam dari Yogyakarta, saya bersama teman-teman kantor akhirnya sampai di Magelang. Sebuah Kabupaten yang terkenal dengan keberadaan candi budha terbesar yaitu Candi Borobudur. Selain untuk keperluan meeting, kami juga ingin refreshing sejenak dari kegiatan menjadi “pujangga baris kode“. Singkatnya, setelah seharian meeting, tibalah hari esoknya untuk rafting. Sebelumnya kami melakukan pemanasan dengan main paintball dulu.
Jumat (20/12) pukul 09.00 WIB, saya dan teman-teman telah sampai di tepi sungai Progo untuk rafting. Saya sendiri belum bisa membayangkan tentang keadaan medan sungai dan jeramnya. Yang saya tahu saat itu hanyalah airnya yang berwarna coklat dan banyak bebatuan. Dipandu oleh instruktur dari Progo Xventours, kami mulai rafting dari tepian Sungai Progo di Hotel Puri Asri. Rafting sungai Progo ini masuk dalam kategori grade III. Lebih menantang daripada Sungai Elo tapi tidak seberat di Sungai Progo Bawah dan Serayu. Continue reading →
Add New Post
Add New Post — Membuat tulisan baru. Sebuah tombol yang sangat familiar buat blogger aliran WordPressiyah. Untuk sebagian orang, menekan tombol yang satu ini memang mudah dan bahkan go with the flow aja. Cuman buat saya, tombol Add New Post ini sangat sakral, angker, dan kadang menjadi momok munculnya kegalauan setelah melalui proses login blog. Continue reading →
Nostalgia
Kerinduan masa kecil selalu asyik buat mengisi waktu nganggurku. Membayangkan aku dulu itu gimana dan aku yang sekarang itu gimana jadi sedikit geli juga.
Dulu masa kecilku ketika masih SD, mayoritas waktuku dihabiskan di dalam rumah. Main ke tempat tetangga? hampir tidak pernah karena dulu ibu sangat keras dan disiplin kepada anaknya. Siang hari wajib untuk tidur siang. Berani bandel? Jewer!! Malem selambat-lambatnya jam 9 aku pasti sudah siap untuk tidur, lampu dimatikan dan hanya terdengar sayup suara radio lawas merk “Nasional” yang disetel Bapak untuk mendengarkan siaran wayang kulit semalam suntuk. Kala itu rekaman Dalang Ki Narto Sabdo masih sering terdengar di radio-radio berfrekuensi AM. Oiya, kadang juga sempat lihat “Dunia Dalam Berita” di TVRI Nasional yang biasa dibawakan oleh Usi Karundeng dan Yan Partawijaya. Continue reading →











Komentar Terbaru