Setiyo Mursid

Nostalgia

Kerinduan masa kecil selalu asyik buat mengisi waktu nganggurku. Membayangkan aku dulu itu gimana dan aku yang sekarang itu gimana jadi sedikit geli juga.

Dulu masa kecilku ketika masih SD, mayoritas waktuku dihabiskan di dalam rumah. Main ke tempat tetangga? hampir tidak pernah karena dulu ibu sangat keras dan disiplin kepada anaknya. Siang hari wajib untuk tidur siang. Berani bandel? Jewer!! Malem selambat-lambatnya jam 9 aku pasti sudah siap untuk tidur, lampu dimatikan dan hanya terdengar sayup suara radio lawas merk “Nasional” yang disetel Bapak untuk mendengarkan siaran wayang kulit semalam suntuk. Kala itu rekaman Dalang Ki Narto Sabdo masih sering terdengar di radio-radio berfrekuensi AM. Oiya, kadang juga sempat lihat “Dunia Dalam Berita” di TVRI Nasional yang biasa dibawakan oleh Usi Karundeng dan Yan Partawijaya.

fotoku dan adikku lagi bermain mobil-mobilan

Ketika SMP aku sudah boleh main. Kebetulan tidak jauh dari rumah ada sebidang tanah kosong yang tiap sore dipakai teman-teman kampung untuk bermain sepak bola. Aktivitas selebihnya aku di masjid. Ya, tidak boleh kaget ya! aku dari SD, SMP sampai SMA aktif sebagai remaja masjid. Pernah menang lomba cerdas cermat agama, bisa nulis kaligrafi, dan jadi penabuh rebana ketika ada pengajian sholawatan. Masjid Riyadh dan Masjid Assegaf di Pasar Kliwon Solo itu dulu salah satu tempat favoritku.

Tapi, semenjak kuliah sampai sekarang karena saking sibuknya dan lain hal yang tidak dapat dijelaskan, saya jadi tidak aktif ke masjid. *ampuni aku ya Allah* 🙂

Aku kangen masa-masa kecilku itu. Bisa main di kala sore, kumpul dengan Bapak dan Ibu tiap waktu, nyicipin masakan Ibu tiap hari, dimandiin, dll.

Kenangan waktu kecil yang paling membekas ketika terjadi kerusuhan Mei 1998 masih sangat jelas terngiang dalam ingatanku. Dulu setelah geger tersebut, paginya aku diajak Bapak untuk keliling Solo melihat banyak toko di Kota Bengawan ini ludes terbakar dan terjadi penjarahan. Matahari Singosaren, dan Atrium 21 Solobaru ludes. Padahal dulu itu tempat favoritku bersama orang tuaku untuk refreshing.

Oiya, waktu masih TK pelipis kiriku pernah sobek gara-gara kejedot ayunan. Jadi ceritanya aku masih TK, masih sangat polos dan temanku tiba-tiba ngagetin aku pake topeng Batman. Aku kaget, lari ketakutan dan kejedot. Akhirnya dijahit dan masih sedikit membekas sampai sekarang.

Categories: Tulisan Bebas

Add New Post » « Menyoal Warung Padang

8 Comments

  1. sesok tak cek jidatmu ya sid pas ketemu.. hehe
    alhamduliilah cilikanmu gak dicukur kuncung

  2. umm…untuk bekas luka karena “kejedot” kayaknya perlu ditampilkan fotonya juga mas. biar jelas, hehehe.

    sayang sekali, waktu itu belum ada hp kamera untuk mengabadikan 😀

  3. Kalau saya waktu kecil malah main ke luar rumah terus, Mas.. 🙂

    enaknyaaa..

  4. weh kok ketok kuru sid :))

  5. saat mengingat masa kecil, seru ya… bisa bersenang2 dengan memikirkan resiko nya. kemudian kalau bertengkar dengan kawan, satu dua hari bisa langsung berteman lagi,,, dan ketika beranjak dewasa, tentunya tak semua bisa seperti masa kecil >_<

    betul, setujuh!

  6. Ah membuatku jadi ingat masa kecil juga
    Aku masa kecil bandel tapi nangisan :3

    ngompolan sisan ora mas?

  7. waktu kecil aku nakal 😡

  8. Mursid tenan. Sesuai namanya. 😀

    amiin 😀

Leave a Reply

Copyright © 2017 Setiyo Mursid

Theme by Anders NorenUp ↑

Nostalgia

by Setiyo Mursid time to read: 1 min
8