Lokananta, Riwayatmu Kini

Lokananta
logo Lokananta

Siapa yang belum pernah mendengar Lokananta? Bagi generasi kasepuhan (baca: tua), Lokananta sangat lekat diingatan mereka terutama dalam dunia musik Indonesia. Lokananta merupakan studio musik pertama dan terbesar di Indonesia yang didirikan pada tahun 1956 di Kota Solo. Lokananta beralamat di Jalan Ahmad Yani 379, Solo.

Nama Lokananta menurut yang saya dengar dari beberapa sumber, mempunyai arti “Gamelan di Kahyangan yang bisa berbunyi sendiri tanpa penabuh“.
Di Lokananta ini tersimpan arsip sejarah yang tak ternilai harganya. Ribuan master rekaman lagu daerah dari berbagai daerah di Indonesia, rekaman pidato presiden Indonesia pertama Ir. Soekarno, rekaman pidato berbagai kepala negara, dan arsip sejarah lainnya yang tersimpan dalam bentuk piringan hitam dan kaset. Semua yang tersimpan sebagai arsip di Lokananta ini bentuknya master yang lengkap dengan data dan waktu pembuatannya. Lokananta juga menjadi tempat rekaman penyanyi dan membesarkan nama seperti almarhum Gesang, Titik Puspa, Idris Sardi, Waljinah, Bing Slamet, Bob Tutupoly, dll.

Pengganda Kaset (master) tahun 1980
— Pengganda Kaset (master) tahun 1980

Kualitas rekaman di Lokananta bahkan setingkat lebih bagus daripada studio Abbey Road di London, Inggris.

Namun kini, siapa sangka sebuah aset sejarah musik Indonesia ini kondisinya memprihatinkan dan kurang terawat. Kurangnya perhatian pemerintah sangat menyulitkan staf dan karyawan untuk menjalankan operasional Lokananta. Bahkan, beberapa karya terpaksa dijual untuk menutup biaya operasional tersebut. Solusi lain yang terpaksa diambil yaitu menyewakan sebagian gedung untuk lapangan futsal demi membiayai Lokananta.

“AC untuk mendinginkan ruang arsip yang berisi master rekaman ini hanya hidup kalau siang hari saja, ketika malam hari AC dimatikan karena untuk efisiensi biaya listrik”, kata Pak Andi, salah satu pengelola Lokananta.

Sungguh memprihatinkan dengan keadaan Lokananta sekarang ini. Padahal, menurut mas Wendy Putranto — Eksekutif Editor Majalah RollingStone yang kemarin bercerita di acara Sahabat Lokananta, peralatan rekaman seperti yang ada di Lokananta ini di dunia hanya ada dua, yaitu di Lokananta Solo dan di studio BBC. Kualitas rekaman di Lokananta bahkan setingkat lebih bagus daripada studio Abbey Road di London, Inggris. Speaker buatan JBL yang ada di Lokananta juga tinggal satu-satunya di dunia. WOW!

— Mixer Audio tahun 1960 koleksi Lokananta

Sebuah angin segar ketika mendengar kabar bahwa salah satu pegawai Lokananta yang notabene masih muda, telah berhasil melakukan digitalisasi 3.000 dari puluhan ribu arsip rekaman di Lokananta seorang diri. Salut!

Semoga dengan aksi kepedulian yang mulai digalakkan oleh teman-teman Sahabat Lokananta bisa senantiasa menjaga, merawat, dan melestarikan eksistensi studio Lokananta sebagai saksi sejarah musik Indonesia. Amin.

Tulisan ini saya buat bertepatan dengan hari ulang tahun studio Lokananta yang berdiri 56 tahun silam pada 29 Oktober. Selamat ulang tahun, Lokananta!


 

 

Front end Designer & Web Developer, (katanya sih) Blogger, Milo Dinosaurus Lover, fans Real Madrid dan penyuka angka tujuh.

6 comments On Lokananta, Riwayatmu Kini

Leave a Reply

Site Footer

Lokananta, Riwayatmu Kini

by Setiyo Mursid time to read: 2 min
6