Setiyo Mursid

seluangnya dan seingatnya, update tergantung mood.

Menu Close

Ketika Fesbuk Menjadi Sangat Membosankan

fesbuk oh fesbuk

Memang benar kalau situs jejaring sosial paling booming sekarang ini adalah facebook. Tak heran pula bila inovasi Om Mark zukerberg ini memang sebuah penemuan terhebat dalam socialmedia (iya pakde, saya ngaku kamu memang top, lima jempol dah). Berkat facebook aku jadi ketemu teman sewaktu masih muda belia meskipun sekarang juga baru aja lewat 4 tahun dari istilah “sweet seventeen“. Nggak papa tho sekali-kali mengaku sok tua. Kadang yang tua pun pengennya dibilang muda.
Siang pun mendadak semakin gelap (bukan berarti sudah sore, tapi memang mendung). Facebook pun kini buat aku pribadi lama-lama menjadi semakin turun nilai ketertarikan dan keistimewaannya. Entah kenapa aku semakin tidak nyaman saja. Berawal dari teman yang tidak dikenal yang memenuhi timeline (meskipun ada fitur hide, tapi apa ya mau hide ratusan orang satu per satu..).
Apalagiii…
Kalau melihat status teman yang sangat membahayakan kesehatan mata. Contohnya “AddUhh, KePalAquuw cAkidth beUdh nicH baCca tUlisAnd inii…“. Bahkan yang lebih extreme lagi “Hi cAyanK, Aquuw SayaaAnK beudh Ma kAmuu..aqUw gAk akAnd ningGalind kAmuuhw..” Doh! Sudah membahayakan mata nambah lagi pamer mesra di situ. Kalau aku sih nggak masalah, cuman aku miris aja sama teman-teman yang masih berstatus member id-Jomblo, apa gak teriris hatinya. Haha..Hanya Just Kidding!
Memang tidak salah kalau facebook adalah media untuk ajang narsis berlabel teknologi 2.0. Tapi narsis bukan sekadar narsis, kadang masih salah kaprah mengartikan apa hakikat sebenarnya dari “narsis 2.0“. Update status sekadar ajang alay itulah yang paling sering dijumpai dan bersifat sangat monoton sekaligus membosankan. Aku sekarang malah lebih nyaman menggunakan plurk dan twitter. Selain lebih bikin ngakak sampai perut mules, juga status yang dilontarkan rata-rata guyonan yang intelektual, cerdas, dan inspiratif. Setiap aku update status plurk, otomatis status facebook ku apdet. Jadi aku hanya sesekali saja login facebook. Paling cuman lihat2 balesan komentar teman dan membalasnya.

dedicated to Joell deFranco‘s Facebook Account. Rhyme in Peace..jyahahaha….

© 2017 Setiyo Mursid. All rights reserved.

Theme by Anders Norén.

Ketika Fesbuk Menjadi Sangat Membosankan

by Setiyo Mursid time to read: 1 min
39