Insomnia dan Kulihat Mereka

Malam ini dingin? betul.. aku  merasakannya. Ketika waktu sudah beranjak berganti hari, aku pun masih terpaku menatap sebuah kotak elektronik yang memancarkan cahaya. Satu jam, dua jam, bahkan sampai seharian tanpa sadar aku menggumulinya.

Nampak di sebelahku manusia bertubuh ceking sedang menarikan jarinya di atas laptop. Kumisnya yang kian tebal semakin memberikan kesan yang mencurigakan. Dia pun seperti aku yang sulit untuk memejamkan mata.  Dalam hati aku pun bertanya-tanya, selagi dia asyik mashyuk dengan laptopnya “Jadi kapan niatmu menyelesaikan skripsi??“, aku pun termenung lagi.

Di ujung meja, duduk meringkuk seseorang yang nyaris gundul,  sedang menikmati menjadi pujangga bahasa. Bahasa pemrograman tepatnya. Biarlah, jangan kau usik dia. Dia presiden yang tidak gila pencitraan, apalagi dia itu agak ndableg.

Ruang sebelahku terkesan sunyi. Sekilas aku lihat sesosok tubuh yang agak kecil berambut panjang dan dikucir, sedang menikmati kepulan asap rokok yang dia semburkan. Sedikit demi sedikit dia pun terlarut dalam efek nikotin yang menggodanya tiap waktu. Sesekali ia menengok ke arahku sambil tersenyum wagu.

Ah.tanpa sadar sudah jam setengah 3 pagi. Aku pun memutuskan untuk menutup semua lembaran hari ini. Keinginanku untuk menyongsong lautan kapuk semakin besar. Selamat malam kawan, mimpi indah…