Setiyo Mursid

seluangnya dan seingatnya, update tergantung mood.

Menu Close

Cave Tubing ke Goa Pindul

Di dalam Goa Pindul, terdapat banyak stalagmit dan stalagtit yang berusia ribuan tahun.

Di dalam Goa Pindul, terdapat banyak stalagmit dan stalagtit yang berusia ribuan tahun.

Suasana pagi yang masih diselimuti kabut, udara bersih karena jauh dari hiruk pikuk kendaraan bermotor, dan suasana ramai dua anak kecil yang sedang bercanda, menyambutku di Desa Bejiharjo, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta. Hari itu (12/3) merupakan hari libur nasional dalam rangka Hari Raya Nyepi. Saya dan temanku kemudian memutuskan untuk melepas penat (lagi). Ke mana tujuan jalan-jalan saya kali ini? Yup, menikmati cave tubing di Goa Pindul.

Goa Pindul kalau saya boleh bilang, merupakan obyek wisata yang rekomendid untuk dikunjungi ketika sedang berwisata ke Jogja. Terletak di Desa Bejiharjo, Goa Pindul menawarkan pengalaman menyusuri sungai bawah tanah yang berada di dalam sebuah goa dengan panjang kurang lebih 350 meter. Dengan kedalaman antara 5-12 meter, kita diajak menyusuri setiap bagian goa yang dipenuhi oleh stalagtit dan stalagmit yang berusia ribuan tahun. Goa tersebut terbagi atas tiga bagian, yaitu zona terang, zona remang, dan zona kegelapan abadi.

Pengunjung menikmati susur sungai bawah tanah di dalam goa menggunakan ban karet.

Pengunjung menikmati susur sungai bawah tanah di dalam goa menggunakan ban karet.

Untuk menikmati keindahan Goa Pindul, saya dan teman-teman sudah berencana untuk mengambil waktu yang paling pagi alias kloter pertama. Karena kalau sudah mulai siang, pengunjungnya sangat ramai dan kurang bisa menikmati. Kebetulan teman saya dari Bantul (sebut saja Wisnu) merupakan salah satu bagian dari operator Goa Pindul. Sehingga segala urusan Pokoknya beres! 😀

Persiapan memakai rompi pelampung dan menjinjing ban karet pun selesai, kemudian kami menyusuri jalan setapak menuju mulut goa yang jaraknya sekitar 100 meter dari pos pemberangkatan. Karena saya membawa kamera, saya ditempatkan diurutan paling belakang. Dipandu oleh dua orang, kami pun masuk ke dalam goa mengikuti aliran sungai.

Masuk ke dalam goa, mulai dijumpai berbagai bentuk stalagmit dan stalagmit yang indah bentuknya. Menjulur dari atas dengan ujung yang runcing dan berjajar tanpa habis, sangat indah ketika dipandang. Nah, diantara sekian banyak ornamen goa  di tempat ini, terdapat stalaktit terbesar yang ada di Goa Pindul dan merupakan yang terbesar nomor 4 dunia. Wow! Butuh lima orang jika ingin merangkul stalaktit tersebut.

Rompi pelampung adalah wajib untuk keselamatan. *losfokus* :D

Rompi pelampung adalah wajib untuk keselamatan. *losfokus* 😀

Setelah melewati bagian dari zona terang dan zona remang, sampailah kami di dalam zona kegelapan abadi. Dinamakan demikian karena di zona ini tidak pernah terkena sinar matahari dan tanpa ada cahaya sepanjang hari kecuali lampu senter dari sang pemandu. Di sini pula kami diajak untuk sejenak merenung dan bersyukur atas karunia Tuhan dan keindahan alamnya.

Setelah keluar dari zona kegelapan abadi, seberkas cahaya menyeruak masuk dari lubang besar di atas goa. Ketika pagi hari, sinar yang masuk menimbulkan flare yang indah. Kemudian di bawah goa ini kami berhenti sejenak dan turun dari ban karet. Kami disuruh berenang dan loncat dari dinding goa. Keren! Perjalanan kami pun sudah sampai di ujung, setelah menempuh waktu sekitar 45 menit, kami sudahi petualangan cave tubing yang mengesankan ini.

Ini ada secuil video yang saya bikin saat menyusuri Goa Pindul

Berikut saya tuliskan rincian untuk menikmati Goa Pindul.

Fasilitas:

    • Tim pemandu
    • Perlengkapan keselamatan ( rompi pelampung dan ban karet)
    • Asuransi

Biaya:

Rp. 30.000 per orang.

Rekomendasi operator:

Dewa Bejo (Desa Wisata Bejiharjo)
Twitter: @goapindul_GK 
Telepon: 085741973511, 081227923007, pin 22ED27A3. (a.n Arif Sulistyo)

© 2017 Setiyo Mursid. All rights reserved.

Theme by Anders Norén.

Cave Tubing ke Goa Pindul

by Setiyo Mursid time to read: 2 min
12