Tradisi Jayengan, Meracik Teh di Solo

teh di solo

Tradisi meracik dengan cara mengoplos teh di Kota Solo sudah mendarah daging turun temurun. Setidaknya sampai saat ini tetap lestari. Tradisi ini bermula dari sebuah “Jayengan”. Jayengan adalah tukang penyedia teh dalam sebuah hajatan. Merupakan suatu hil yang mustahal membuat teh di jayengan hanya dengan satu merek saja, pasti dioplos untuk menyajikan racikan teh yang ginasthel (legi, panas, kenthel).

Continue Reading

KitaIndonesia: Obrolan Imajiner Si Gembus dengan Mbah Mig

Matahari sudah mulai terik saat saya menuju kelurahan untuk mengurus surat pindah guna membuat kartu keluarga (KK) baru. Pengantin baru itu kudu ngurus ini-itu, alih-alih satu kota yang mudah dijangkau, Jogja-Bojonegoro itu jauh, bung! Tepat di pinggir sawah desa Bumirejo, langkahku terhenti oleh sapaan Mbah Mig. KitaIndonesia “Mbus, arep neng ndi? (Mbus, mau ke mana?)”, tanya Mbah Mig. “Badhe tindak kelurahan, Mbah, ngurus KK (Mau ke kelurahan, Mbah, ngurus KK)”, jawabku.

Continue Reading

Arjuna Galau

Arjuna galau, ia jatuh hati kepada seorang dewi bernama Anastasia Dewi Sembadra yang telah di-naspokping ksatria kampung sebelah. Atas petunjuk Panembahan Jack Dorsey, ia membuat akun Twitter. Lantas dengan kedigdayaannya, serta modal awal sebagai lelananging jagad ia pun menjelma menjadi selebtuit bergelar Raden Arjuna Satriya Piyambakan ing Alaga Panikungan. Strategi telah disusun, mention ke dewi dengan kalimat yang tingkat pesonanya sampai ke ubun-ubun. Arjuna meyakini ihwal batin yang ia terima sewaktu bertapa di tepi garis masa, bahwa “Witing tresna jalaran saka mention saben dina“. Namun, usahanya tak lantas membuahkan hasil. Bathara Asmara turun ke bumi menemui Arjuna. “Ngger, jodoh itu …

Continue Reading