<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>setiyo mursid &#187; Kota Solo</title>
	<atom:link href="http://mursid.web.id/category/kota-solo/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mursid.web.id</link>
	<description>Blognya Mursid dan semua tentang Mursid</description>
	<lastBuildDate>Fri, 17 May 2013 04:45:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	 
		<item>
		<title>Solo, Kemegahan Dalam Kesederhanaan</title>
		<link>http://mursid.web.id/hari-jadi-ke-268-kota-solo.html</link>
		<comments>http://mursid.web.id/hari-jadi-ke-268-kota-solo.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Feb 2013 17:19:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mursidaccess</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kota Solo]]></category>
		<category><![CDATA[268Solo]]></category>
		<category><![CDATA[Surakarta Hadiningrat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mursid.web.id/?p=973</guid>
		<description><![CDATA[<p>Tanggal 17 Februari 1745, tepatnya 268 tahun yang lalu, sebuah peristiwa bersejarah terjadi di sebuah kota yang kini lebih sering disebut Solo. Ya, nama Solo sekarang memang lebih populer dari Surakarta, walaupun sebenarnya sama. Sri Susuhunan Paku Buwana II yang kala itu sebagai Raja, memindahkan ibukota kerajaan Mataram dari Kartasura ke Desa Sala. Dinamakan Desa [...]</p><p>The post <a href="http://mursid.web.id/hari-jadi-ke-268-kota-solo.html">Solo, Kemegahan Dalam Kesederhanaan</a> appeared first on <a href="http://mursid.web.id">setiyo mursid</a>.</p>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_975" class="wp-caption aligncenter" style="width: 584px"><img class=" wp-image-975  " alt="Pasar barang antik Triwindu, Ngarsopuro, Solo. (photo: flickr/Stewart Leiwakabessy)" src="http://mursid.web.id/wp-content/uploads/2013/02/ngarsopuro.jpg" width="574" height="234" /><p class="wp-caption-text">Pasar barang antik Triwindu, Ngarsopuro, Solo. (photo: flickr/Stewart Leiwakabessy)</p></div>
<p>Tanggal 17 Februari 1745, tepatnya 268 tahun yang lalu, sebuah peristiwa bersejarah terjadi di sebuah kota yang kini lebih sering disebut Solo. Ya, nama Solo sekarang memang lebih populer dari Surakarta, walaupun sebenarnya sama. Sri Susuhunan Paku Buwana II yang kala itu sebagai Raja, memindahkan ibukota kerajaan Mataram dari Kartasura ke Desa Sala.<span id="more-973"></span></p>
<p>Dinamakan Desa Sala karena dahulu banyak ditumbuhi pohon Sala, ada juga cerita bahwa tetua di desa tersebut bernama Ki Gedhe Sala yang jejak makamnya masih bisa dijumpai di daerah Baluwarti. Lantas dari situlah Desa Sala disulap menjadi sebuah keraton sebagai pusat pemerintahan dari kerajaan Kasunanan Surakarta Hadiningrat. <em>Sura</em> yang berarti tekad dan keberanian dalam menghadapi segala rintangan, <em>Karta</em> berarti makmur sebagai sebuah permohonan berkah kepada yang Maha Kuasa, <em>Hadi</em> berarti besar dan <em>Rat</em> adalah negara. Jadi arti dari nama Surakarta Hadiningrat adalah sebuah permohonan agar terciptanya sebuah negara yang besar dan makmur <em>tata, titi, tentrem, karta raharja.</em></p>
<p>Dalam usia yang telah mencapai <a title="hari jadi ke-268 Kota Solo" href="http://mursid.web.id/hari-jadi-ke-268-kota-solo.html" target="_blank">268 tahun</a> ini, Kota Solo dan masyarakatnya telah melewati berbagai peristiwa sejarah yang menggembleng, mendewasakan, dan membentuk karakter sebagai <em>Wong Solo</em> atau <em>Priyayi Sala</em>. Baik dari masa penjajahan, upaya mempertahankan kemerdekaan, mendukung pergerakan nasional, masa reformasi sampai masa pemerintahan <em>duo</em> maut Jokowi-Rudy (sekarang tinggal Pak Rudy).</p>
<blockquote><p>Solo telah banyak berubah, tapi selalu teraba benang merahnya, ungkapan: Solo, ya tetep Solo. Kita bisa datang dan pergi ke Solo, tapi kita tak pernah bisa meninggalkannya. — Kitab Solo.</p></blockquote>
<h4>Pembangunan Kota Solo dari masa ke masa</h4>
<p>Sebagaimana ditulis di dalam Kitab Solo yang disusun oleh Arswendo Atmowiloto, dikatakan bahwa &#8220;<em>di Solo, setiap batu punya cerita. Atau bahkan setitik debu, bisa menjadi cerita yang seru, lucu, haru, mungkin agak-agak tabu. </em>&#8220;. Sebuah ungkapan yang menurut saya tidak berlebihan, mengingat jika kita mengenang kembali kisah sejarah Kota Solo, di mana pada masa Sinuwun Paku Buwana X dan KGPAA Mangkunegara VII, pembangunan di Kota Solo sungguh pesat.</p>
<p>Saya begitu antusias mendalami kisah sejarah dua penguasa Solo tersebut. Paku Buwana X sering disebut <em>Kaisar Jawa</em> karena wibawanya yang begitu besar di mata rakyatnya sampai ke seluruh Jawa, ada pula yang menyebutnya sebagai <em>Sunan Panutup</em>, sebab sebagian <em>kawula</em>-nya percaya bahwa Sinuwun Paku Buwana X adalah raja penutup dalam silsilah kerajaan Kasunanan Surakarta, meski pun setelahnya masih ada raja Paku Buwana XI sampai Paku Buwana XIII. KGPAA Mangkunegara VII juga tak kalah hebat, beliau adalah sosok yang berbudi luhur dan berwawasan modern yang berhasil mengawinkan kebudayaan Jawa dengan kebudayaan Barat dengan cara yang <em>luwes</em>.</p>
<p>Dua pemimpin tersebut melakukan persaingan sehat yang menjadikan Kota Solo berkembang pesat dalam hal pembangunan. Paku Buwana X yang kala itu membangun Taman Sriwedari untuk tempat hiburan rakyat, maka Mangkunegara VII pun membangun Taman Tirtonadi, Taman Minapadi, dan Taman Balekambang. Pun demikian ketika Stasiun Purwosari dibangun Mangkunegaran, maka Kasunanan juga membangun Stasiun Jebres, dan seterusnya.</p>
<p>Paku Buwana X membangun Stadion Sriwedari yang mana saat itu adalah stadion pribumi pertama yang dibangun di Indonesia dan berstandar internasional pada zamannya. Stadion Sriwedari yang kini disebut Stadion R.Maladi, adalah saksi sejarah diselenggarakannya Pekan Olahraga Nasional (PON) untuk pertama kalinya. Sebagai pelengkap untuk menyiarkan pertandingan yang dihelat di Stadion Sriwedari, Sinuwun juga mendirikan Siaran Radio Indonesia (SRI) pada tahun 1934.  Mangkunegaran juga merintis siaran radio bernama &#8220;<em>Javaansche Kunstkring Mardi Raras Mangkunegaran</em>&#8221; yang kemudian menjadi <em>Solosche Radio Vereeniging</em> (SRV) tahun 1933, SRV ini adalah cikal bakal berdirinya Radio Republik Indonesia (RRI).</p>
<h4>Solo masa depan adalah Solo masa lalu</h4>
<div id="attachment_980" class="wp-caption aligncenter" style="width: 586px"><img class=" wp-image-980  " alt="Suasana kawasan Pasar Gedhe Solo menyambut tahun baru Imlek. Meriah!" src="http://mursid.web.id/wp-content/uploads/2013/02/Pasar-Gedhe-Solo.jpg" width="576" height="384" /><p class="wp-caption-text">Suasana kawasan Pasar Gedhe Solo menyambut tahun baru Imlek. Meriah!</p></div>
<p>Berbagai langkah besar yang diambil oleh pasangan pemimpin Kota Solo yaitu Jokowi dan Rudy sungguh menggembirakan. Mengusung semangat <em>Solo past is Solo future</em>, mereka telah berhasil menyulap Kota Budaya ini sedemikian rupa menjadi benar-benar rapi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kebudayaan yang tumbuh dan berkembang di Solo. Kota ini sekarang telah kembali populer, seperti sedang dalam puncak keemasan, setidaknya dalam hal pembangunan dan pelestarian budaya. Acara berstandar internasional yang bernuansa seni budaya, <em>performing arts</em>, karnaval, dan lainnya juga aktif diselenggarakan tiap tahun yang tersusun rapi dalam <a title="Kota Solo" href="http://tentangsolo.web.id/calender-of-cultural-event-solo-2013" target="_blank"><em>Calender of Cultural Event Solo</em></a>.</p>
<p>Tak perlu saya menuliskan panjang lebar tentang apa saja yang telah dilakukan Jokowi-Rudy, sebab selain sudah banyak yang menuliskannya, saya memilih lebih bersemangat dalam upaya untuk menjaga apa yang sudah tercapai. Tidak perlu yang <em>muluk-muluk</em>, dimulai dari hal yang <em>sepele</em> saja, misalnya ketika sedang menyaksikan karnaval jangan menginjak dan merusak taman di sepanjang jalan yang dilalui, tak perlu terlalu kreatif dengan mencoret-coret tembok, apalagi yang terdaftar sebagai Benda Cagar Budaya (BCB), setau saya di Purwosari itu ada media tembok untuk menuangkan kreativitas. Tidak lupa mari kita dukung program Dishubkominfo Solo tahun 2013 ini tentang kesadaran berlalu lintas. Seiring dengan slogan yang kian gencar digemborkan &#8220;Tertib berlalu lintas, cermin budaya Wong Solo&#8221;.</p>
<p>Akhirnya, saya mengucapkan Selamat Hari Jadi ke-268 Kota Solo. Semoga kamu tetap menjadi kota yang ramah untuk dikunjungi, murah untuk disinggahi, dan meriah untuk dinikmati. <strong>Solo, The Spirit of Java</strong>. <a title="hari jadi ke-268 Kota Solo" href="http://mursid.web.id/hari-jadi-ke-268-kota-solo.html" target="_blank">#268Solo</a></p>
<p><strong>Referensi:</strong></p>
<ul>
<li><span style="line-height: 13px;">Atmowiloto, Arswendo. 2008. <strong>Kitab Solo</strong>. Pemerintah Kota Surakarta: Surakarta.</span></li>
<li>Santosa, Iwan. 2011. <strong>Legiun Mangkunegaran (1808-1942)</strong>. Kompas Media Nusantara: Jakarta.</li>
<li>Cuplikan twitter <a title="kota solo" href="https://twitter.com/blusukansolo/status/301355665773965312" target="_blank">@blusukansolo</a> dan <a title="Kota Solo" href="https://twitter.com/tentangSolo/status/301355433464049665" target="_blank">@tentangSolo</a></li>
<li>Cerita lisan dari berbagai sumber.</li>
</ul>
<p>The post <a href="http://mursid.web.id/hari-jadi-ke-268-kota-solo.html">Solo, Kemegahan Dalam Kesederhanaan</a> appeared first on <a href="http://mursid.web.id">setiyo mursid</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mursid.web.id/hari-jadi-ke-268-kota-solo.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Paroden Boeat Apa Soesah (Paroden Basah)</title>
		<link>http://mursid.web.id/paroden-basah.html</link>
		<comments>http://mursid.web.id/paroden-basah.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Mar 2011 16:11:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mursidaccess</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kota Solo]]></category>
		<category><![CDATA[Tulisan Bebas]]></category>
		<category><![CDATA[Humor Solo]]></category>
		<category><![CDATA[Paroden Basah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mursid.web.id/?p=335</guid>
		<description><![CDATA[<p>Mengikuti dunia seni parodi dan humor di Kota Solo memang mempunyai kesan tersendiri, sungguh mengasyikkan. Meskipun memang sudah tidak begitu moncer (berjaya), namun masih terus eksis menghidupi atmosfer humor di kota bengawan ini. Setelah dulu aku pernah bahas tentang Orkes Humor Aseli Solo &#8220;Pecas Ndahe&#8220;, kali ini aku ingin me-review favorit kedua yang tak kalah [...]</p><p>The post <a href="http://mursid.web.id/paroden-basah.html">Paroden Boeat Apa Soesah (Paroden Basah)</a> appeared first on <a href="http://mursid.web.id">setiyo mursid</a>.</p>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_336" class="wp-caption alignleft" style="width: 210px"><a href="http://mursid.web.id/wp-content/uploads/2011/03/paroden-basah.jpg"><img class="size-full wp-image-336" title="paroden basah" src="http://mursid.web.id/wp-content/uploads/2011/03/paroden-basah.jpg" alt="paroden basah" width="200" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">paroden basah</p></div>
<p>Mengikuti dunia seni parodi dan humor di Kota Solo memang mempunyai kesan tersendiri, sungguh mengasyikkan. Meskipun memang sudah tidak begitu <em>moncer (</em>berjaya<em>), </em>namun masih terus eksis menghidupi atmosfer humor di kota bengawan ini. Setelah dulu aku pernah bahas tentang Orkes Humor Aseli Solo &#8220;<a href="http://mursid.web.id/pecas-ndahe-di-mata-saya.html" target="_self">Pecas Ndahe</a>&#8220;, kali ini aku ingin me-<em>review </em>favorit kedua yang tak kalah lucu, yaitu Grup teather humor &#8220;<strong>Paroden Basah</strong>&#8220;.</p>
<p>Paroden Basah yang konon berdiri pada 10 Januari 2002 ini berawal dari kumpulan para penggiat teather di lingkungan kampus UNS Solo. Tapi ketika ditanya kapan Paroden Basah berdiri? Mereka pun akan menjawab &#8220;<em>Paroden Basah berdiri sejak bu Kartini belum Mens</em>&#8220;..dasar memang gila! Sebelumnya, grup humor ini bernama &#8220;<strong>Boeat Apa Soesah</strong>&#8221; dengan skill humornya mengajak masyarakat biar pun hidup susah tapi kudu tetap ketawa. Kemudian seiring perkembangannya, nama grup ini menjadi &#8220;<strong>Paroden Boeat Apa Soesah 24 jam</strong>&#8221; yang disingkat dengan nama <strong>Paroden Basah</strong>. <em>Tagline </em>grup ini adalah <em>Comedy From Java.<span id="more-335"></span></em></p>
<p><strong> </strong></p>
<div id="attachment_339" class="wp-caption aligncenter" style="width: 559px"><strong><strong><a href="http://mursid.web.id/wp-content/uploads/2011/03/DSC00260.jpg"><img class="size-full wp-image-339" title="DSC00260" src="http://mursid.web.id/wp-content/uploads/2011/03/DSC00260.jpg" alt="" width="549" height="371" /></a></strong></strong><p class="wp-caption-text">Paroden Basah</p></div>
<p><strong>Aku pribadi bukanlah seorang yang suka melihat teather, bahkan berniat nonton pun tidak</strong>. Khusus untuk Paroden Basah inilah aku sampai tidak tahu kenapa sudah melekat untuk selalu menyaksikan tiap aksi panggungnya. Terakhir kemarin mereka mementaskan cerita &#8220;<em>bangkitnya arwah istri</em>&#8221; yang mana begitu keren, tak terpikir olehku, berikut cuplikannya :</p>
<blockquote><p>masak sih seorang istri yang telah meninggal, tiba2 kembali ke dunia menjenguk suaminya bawa anak yang bukan anaknya. Ketika suaminya bertanya,</p>
<p>Suami : &#8220;itu anak siapa Mbok? perasaan anak kita kan masih hidup semua..&#8221;</p>
<p>Istri : &#8220;Oh ini mas, saya ngadopsi di akhirat&#8221;.</p></blockquote>
<div id="attachment_337" class="wp-caption aligncenter" style="width: 564px"><a href="http://mursid.web.id/wp-content/uploads/2011/03/DSC00197.jpg"><img class="size-full wp-image-337" title="DSC00197" src="http://mursid.web.id/wp-content/uploads/2011/03/DSC00197.jpg" alt="dijenguk istri" width="554" height="369" /></a><p class="wp-caption-text">Paroden Basah - dijenguk istri dan anak yg diadopsi dari akhirat</p></div>
<p>Untuk urusan hiburan dan menyenangkan diri sendiri, aku gak mikir ribet dan gengsi, asal itu bisa bikin senang ya aku tonton. Entah indie, mayor, artis, masyarakat biasa aku berangkat dah!</p>
<p>Beberapa judul dari Paroden Basah yang pernah dipentaskan diantaranya:</p>
<ul>
<li>Idola Cilik Menthik</li>
<li>Yolanda Termehek-mehek</li>
<li>Gobyos in Paradise</li>
<li>Sang Kemlinthi</li>
<li>Nyusu Gudel &#8211; Bangkitnya Arwah Istri</li>
<li>dll.</li>
</ul>
<div id="attachment_338" class="wp-caption aligncenter" style="width: 562px"><a href="http://mursid.web.id/wp-content/uploads/2011/03/DSC00240.jpg"><img class="size-full wp-image-338" title="Paroden Basah" src="http://mursid.web.id/wp-content/uploads/2011/03/DSC00240.jpg" alt="Paroden Basah" width="552" height="367" /></a><p class="wp-caption-text">Melamar penyanyi dangdut di pinggir jalan</p></div>
<p>Guyonan dan humor model kayak gitu lah yang bener-bener murni humor yang bisa bikin ketawa tanpa dibuat-buat. Menurut pandanganku dengan tidak bermaksud mengunggulkan yang satu dan melirik yang lain, kebanyakan para pelawak zaman sekarang terutama yang di televisi terkesan humornya maksa dan <em>wagu</em>. Beberapa bulan memang sedikit terobati dengan adanya Opera Van Java yang memang benar2 humornya berkelas. Salut buat Sule, Andre Taulani, Azis Gagap, Parto yang bisa membawakan sebuah opera yang benar2 natural dan khas. Dan model seperti inilah yang mulai sulit ditemui.</p>
<p>The post <a href="http://mursid.web.id/paroden-basah.html">Paroden Boeat Apa Soesah (Paroden Basah)</a> appeared first on <a href="http://mursid.web.id">setiyo mursid</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mursid.web.id/paroden-basah.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selat Mbak Lies</title>
		<link>http://mursid.web.id/selat-mbak-lies.html</link>
		<comments>http://mursid.web.id/selat-mbak-lies.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Nov 2010 06:45:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mursidaccess</dc:creator>
				<category><![CDATA[Goyang Lidah]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan-Jalan]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Solo]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner khas Solo]]></category>
		<category><![CDATA[Selat mbak lies]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mursid.web.id/?p=281</guid>
		<description><![CDATA[<p>Selat Solo memang sudah terkenal icon khas kuliner dari kota Bengawan ini. Penjualnya pun sudah banyak, salah satu yang terkenal adalah Warung Selat Mbak Lis. Warung selat yang satu ini tempatnya masuk gang kecil yang cuman bisa dilewati 1 mobil. Namun, tak mengurangi para penikmat kuliner untuk memburunya. Sekilas buat yang baru pertama kali menyambanginya, [...]</p><p>The post <a href="http://mursid.web.id/selat-mbak-lies.html">Selat Mbak Lies</a> appeared first on <a href="http://mursid.web.id">setiyo mursid</a>.</p>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_282" class="wp-caption alignleft" style="width: 189px"><a href="http://mursid.web.id/wp-content/uploads/2010/11/DSC08916.jpg"><img class="size-full wp-image-282" title="Selat Galantin Kuah Segar" src="http://mursid.web.id/wp-content/uploads/2010/11/DSC08916.jpg" alt="" width="179" height="233" /></a><p class="wp-caption-text">Selat Galantin Kuah Segar</p></div>
<p>Selat Solo memang sudah terkenal icon khas kuliner dari kota Bengawan  ini. Penjualnya pun sudah banyak, salah satu yang terkenal adalah <strong>Warung  Selat Mbak Lis</strong>. Warung selat yang satu ini tempatnya masuk gang kecil  yang cuman bisa dilewati 1 mobil. Namun, tak mengurangi para penikmat  kuliner untuk memburunya. Sekilas buat yang baru pertama kali menyambanginya, pasti akan terkesan dengan penampilan warung selat ini. Dihiasi dengan desain interior yang nyentrik semakin terlihat unik.</p>
<p>Desain interior dari warung Selat Mbak Lies memang unik, namun menurutku kurang tertata karena memang selain buat penampilan,  juga buat memajang barang dagangan berupa hiasan keramik. Tapi tetep aja wah.. Pengen duduk lesehan ada, pengen di kursi juga bisa. Pelayannya yang menggunakan pakaian khas Jawa, yang cowok memakai blangkon dan yang cewek memakai jarik lrik bersanggul mini, bila berbicara dengan tamu menggunakan Basa Jawa Krama, semakin mengesankan nuansa yang <em>njawani. <span id="more-281"></span></em></p>
<p><em></p>
<div id="attachment_283" class="wp-caption aligncenter" style="width: 537px"><em><a href="http://mursid.web.id/wp-content/uploads/2010/11/DSC08895.jpg"><img class="size-full wp-image-283" title="Pelayan dg Pakaian Khas Jawa" src="http://mursid.web.id/wp-content/uploads/2010/11/DSC08895.jpg" alt="" width="527" height="406" /></a></em><p class="wp-caption-text">Pelayan dg Pakaian Jawa</p></div>
<p></em></p>
<p>Menu yang aku pesan di sini adalah Selat Galantin Kuah Segar dan Es Teller. Selat Solo dengan komposisi Galantin, Wortel,Mayonaise, Kuah yang gurih, Telur, kentang, Selada saus merah,dll. Masih banyak lagi menu selat di sini, misalnya Selat rolade, selat bestik,dan Selat Galantin Kuah Saus. Bagi penyuka gado-gado juga tak kalah mantap rasanya.</p>
<div id="attachment_284" class="wp-caption aligncenter" style="width: 554px"><a href="http://mursid.web.id/wp-content/uploads/2010/11/DSC08930.jpg"><img class="size-full wp-image-284" title="Tdaik buka cabang" src="http://mursid.web.id/wp-content/uploads/2010/11/DSC08930.jpg" alt="" width="544" height="419" /></a><p class="wp-caption-text">Tdaik buka cabang</p></div>
<p>Saran saya, kalo pengen berkunjung ke Warung Selat Mbak Lies jangan pas waktu makan siang, bakalan penuh sesak dengan pengunjung. Mendingan pas hampir menjelang sore waktu Ashar akan lebih nyaman. Selat Mbak Lies yang beralamat di Jl. Yudistira Gang II No.42 Serengan Solo Buka pukul 09-00-17.00 WIB.</p>
<div id="attachment_285" class="wp-caption aligncenter" style="width: 569px"><a href="http://mursid.web.id/wp-content/uploads/2010/11/DSC08923.jpg"><img class="size-full wp-image-285" title="DSC08923" src="http://mursid.web.id/wp-content/uploads/2010/11/DSC08923.jpg" alt="" width="559" height="430" /></a><p class="wp-caption-text">Jika kurang tempat, di seberang jalan juga masih ada</p></div>
<blockquote>
<h4>Postingan ulang,maaf beberapa komentar hilang karena kemarin database blog ini error(<em>slams,mas didut,indrahuazu,hasan,hehe..piss..</em>)</h4>
</blockquote>
<p>The post <a href="http://mursid.web.id/selat-mbak-lies.html">Selat Mbak Lies</a> appeared first on <a href="http://mursid.web.id">setiyo mursid</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mursid.web.id/selat-mbak-lies.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pecas Ndahe di Mata Saya</title>
		<link>http://mursid.web.id/pecas-ndahe-di-mata-saya.html</link>
		<comments>http://mursid.web.id/pecas-ndahe-di-mata-saya.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Jan 2010 08:08:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mursidaccess</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kota Solo]]></category>
		<category><![CDATA[Tulisan Bebas]]></category>
		<category><![CDATA[ndaser]]></category>
		<category><![CDATA[orkes humor solo]]></category>
		<category><![CDATA[pecas ndahe]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mursid.web.id/?p=243</guid>
		<description><![CDATA[<p>Mendengar kata pecas ndahe jangan langsung berasumsi ini adalah kata yang dipake oleh blogger ini dalam setiap postingannya yang khas itu. Mungkin saja pecas ndahe yang ini lebih dulu ada dibanding yang itu. Lha wong pecas ndahe ini ada sebelum ditemukan blog.  Kalo wong Solo mendengar kata Pecas Ndahe pastilah langsung terbayang sebuah grup musik [...]</p><p>The post <a href="http://mursid.web.id/pecas-ndahe-di-mata-saya.html">Pecas Ndahe di Mata Saya</a> appeared first on <a href="http://mursid.web.id">setiyo mursid</a>.</p>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_278" class="wp-caption alignleft" style="width: 245px"><a href="http://mursid.web.id/wp-content/uploads/2010/01/4888_93422623396_53071258396_1812998_4441149_n.jpg"><img class="size-full wp-image-278" title="4888_93422623396_53071258396_1812998_4441149_n" src="http://mursid.web.id/wp-content/uploads/2010/01/4888_93422623396_53071258396_1812998_4441149_n.jpg" alt="" width="235" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Orkes Humor aseli Solo</p></div>
<p>Mendengar kata <strong>pecas ndahe</strong> jangan langsung berasumsi ini adalah kata yang dipake oleh <a href="http://ndorokakung.com" target="_blank">blogger ini</a> dalam setiap postingannya yang khas itu. Mungkin saja pecas ndahe yang ini lebih dulu ada dibanding yang itu. Lha wong pecas ndahe ini ada sebelum ditemukan blog.  Kalo wong Solo mendengar kata Pecas Ndahe pastilah langsung terbayang sebuah grup musik super lucu aseli Solo.</p>
<p style="text-align: justify;">Pecas Ndahe adalah sebuah grup band yang  lebih tepatnya disebut dengan orkes humor aseli Solo . Saya bikin tulisan ini karena memang aku juga ngefans dengan pecas ndahe ini meskipun aku tahu sudah pernah ditulis di blognya mas <a href="http://andy.web.id" target="_blank">AndyMSE</a>.<span id="more-243"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Orkes humor yang berawal dari sebuah pertemanan antar mahasiswa Fakultas Seni Rupa UNS ini terbentuk pada 5 September 1993. <em>Wow</em>..sudah lama banget. Adapun personilnya adalah <strong>Pakde Emil</strong> (joke,vocal), <strong>Burhan</strong> (joke), <strong>Doel Sumbing </strong>(joke, vocal), <strong>Tony</strong> (lead vocal), <strong>Nurul</strong> (lead Guitar),<strong> Yo&#8217;i </strong>(rhytme, cak cuk), <strong>Pendek</strong> (bass), <strong>Tomo</strong> (drum). Tapi aku masih bingung sama yang lead vocal itu kayaknya personil baru deh, dan aku baru lihat penampilannya  pada Konser acara <strong>ulang tahun ke-17 Pecas Ndahe </strong>yang lalu di Pendapa Agung Taman Budaya Surakarta (TBS). Seingatku lead vokalnya dulu bernama <strong>wisik</strong>, tapi sekarang ganti tony yang lumayan cool itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Jujur, aku ngefans dengan pecas ndahe ini karena memang selalu menyajikan humor dan parodi lagu yang fresh, kreatif , dan senantiasa mempunyai ciri khas dalam perpaduan lagunya, yaitu keroncong. Entah apa lagunya, bisa aja jadi bikin ketawa. Lagu terakhir yang saya dapat itu parodi lagunya Peterpan &#8220;<em>Yang Terdalam</em>&#8221; yang awalnya kayak aslinya tapi begitu di tengah bernuansa keroncong yang easy liten banget. Fans Pecas Ndahe ini disebut &#8220;<strong>Ndaser</strong>&#8220;, terdengar unik, nyentrik, dan gokil.</p>
<p style="text-align: justify;">Joke yang disajikan oleh personel pecas ndahe ini terkesan memang murni lucunya dan jauh dari kesan dibuat-buat lucu. Sehingga memang lucu tenan. Enggak kayak band humor Solo yang satunya yang kini sudah jadi band nasional  tapi malah terkesan wagu dan  dipaksakan lucu itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku mulai mengikuti konser Pecah Ndahe ini sejak konser tahun 2005 sampai sekarang. Tapi aku juga punya video waktu konser ultah ke-1o Pecas Ndahe tahun 2004 silam. Koleksi lagu dan videonya pun aku punya , walaupun tidak sepenuhnya lengkap tapi sudah bisa bikin aku ketawa sendirian di pagi hari. Oiya, buat temen blogger yang dulu datang waktu launching Komunitas Blogger <a href="http://bengawan.org" target="_self">Bengawan</a> pasti lihat MC yang berambut panjang, dan itu juga personel Pecas Ndahe yang bernama <strong>Doel Sumbing</strong>. Lucu <em>kan</em>?</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Ngomong-ngomong soal prestasi, pengalaman konser tidak diragukan lagi. Silahkan langsung menuju website resmi pecas ndahe yang beralamat di <a href="http://www.pecasndahe.com" target="_blank">http://www.pecasndahe.com</a> atau bisa juga <a href="http://www.pecasndahe.net" target="_self">http://www.pecasndahe.net</a>. Di website tersebut bisa dilihat apa saja tentang pecas ndahe dan dokumentasi acaranya.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>kontak:</strong></p>
<p><strong>PECASNDAHE &#8211; MUSIK HUMOR</strong><br />
RUMAH SEWA JURUG<br />
Jln. K.H. Maskur Blok A/8 Jurug Solo<br />
Phone/Fax : (0271) 632160<br />
HP. 081 548 553 880</p>
<p style="text-align: justify;">
<p>The post <a href="http://mursid.web.id/pecas-ndahe-di-mata-saya.html">Pecas Ndahe di Mata Saya</a> appeared first on <a href="http://mursid.web.id">setiyo mursid</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mursid.web.id/pecas-ndahe-di-mata-saya.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>53</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Antara Solo, Sala, dan Surakarta</title>
		<link>http://mursid.web.id/antara-solo-sala-dan-surakarta.html</link>
		<comments>http://mursid.web.id/antara-solo-sala-dan-surakarta.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Dec 2009 13:10:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mursidaccess</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kota Solo]]></category>
		<category><![CDATA[3gp]]></category>
		<category><![CDATA[batik solo]]></category>
		<category><![CDATA[Kraton Surakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan khas Solo]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot Surakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Putri Solo]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Solo]]></category>
		<category><![CDATA[Solo Berseri]]></category>
		<category><![CDATA[Solo Kota Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Solo The Spirit of Java]]></category>
		<category><![CDATA[Surakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mursid.web.id/?p=217</guid>
		<description><![CDATA[<p>Solo yang mana sebuah kota dimana aku biasa menghabiskan waktu tiap hari untuk berguru dari SMP sampai universitas. Walaupun saya bertempat tinggal di Sukoharjo. Namun, waktuku di rumah hanya seperempat dari 24 jam. Selebihnya aku melanglang Solo. Sebutan Kota Solo dan Kota Surakarta itu saya bingung membedakannya. Saya tidak tahu pasti perbedaannya. Dalam hal pemerintahan [...]</p><p>The post <a href="http://mursid.web.id/antara-solo-sala-dan-surakarta.html">Antara Solo, Sala, dan Surakarta</a> appeared first on <a href="http://mursid.web.id">setiyo mursid</a>.</p>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_223" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-223" title="solo" src="http://mursid.web.id/wp-content/uploads/2009/12/solo-300x156.jpg" alt="The Capital of Batik" width="300" height="156" /><p class="wp-caption-text">The Capital of Batik</p></div>
<p>Solo yang mana sebuah kota dimana aku biasa menghabiskan waktu tiap hari untuk berguru dari SMP sampai universitas. Walaupun saya bertempat tinggal di Sukoharjo. Namun, waktuku di rumah hanya seperempat dari 24 jam. Selebihnya aku melanglang Solo.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebutan Kota Solo dan Kota Surakarta itu saya bingung membedakannya. Saya tidak tahu pasti perbedaannya. Dalam hal pemerintahan misalnya, saya melihat ada tulisan di kop surat maupun di papan nama lembaga bertuliskan &#8220;<strong>Pemerintah Kota Surakarta</strong>&#8220;. Tapi kok setelah disingkat penggunaan katanya mayoritas lebih sering menjadi &#8220;<strong>Pemkot Solo</strong>&#8220;?. Sebuah permainan kata yang benar-benar memancing naluri keingintahuan saya.<span id="more-217"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Yak, yang saya tahu kata <strong>Surakarta</strong> itu dulu adalah sebutan untuk Karesidenan Surakarta yang meliputi Solo, Sukoharjo, Klatem, Karanganyar, Boyolali, Sragen, dan Wonogiri. Kemudian dengar cerita dari seorang teman bahwa sekarang berhubung karesidenan Surakarta itu sudah tidak ada, maka nama &#8220;<strong>Surakarta&#8221;</strong> itu ya Kota Surakarta itu sendiri. Entahlah saya juga tidak tahu soal hal ini. Sampai sekarang belum menemui jawaban yang pasti.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p>Nah, sekarang bagaimana dengan kata &#8220;<strong>Solo</strong>&#8221; itu sendiri? Solo yang juga disebut Surakarta itu sendiri telah membuat sebuah brand &#8220;S<em>olo The Spirit of Java</em>&#8220;. Apabila kita melewati di jalan-jalan utama Kota Solo ini banyak kita jumpai tulisan bernuansa wisata dan budaya dengan memakai kata &#8220;<strong>Solo</strong>&#8220;. Kata Solo di sini lebih populer dan lebih easy listen di telinga masyarakat.</p>
<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_224" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-224" title="kraton-kasunanan" src="http://mursid.web.id/wp-content/uploads/2009/12/kraton-kasunanan-300x225.jpg" alt="kraton kasunanan surakarta" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">kraton kasunanan surakarta</p></div>
<p>Terus bagaimana dengan <strong>Kraton Surakarta Hadiningrat</strong>? Konon cerita bahwa Kraton Surakarta ini adalah perpecahan dari Kerajaan Mataram yang dibagi dua, yakni Kraton Yogyakarta dan Kraton Surakarta. Dan Kraton Surakarta ini dibangun di atas sebuah desa yang dulu berbentuk sebuah rawa yang bernama Desa Sala. Nah loe! ada satu kata lagi yang menambah kemajemukan makna dan sebutan untuk sebuah kota kecil dengan nuansa budaya yang tinggi ini. Kata &#8220;<strong>Sala</strong>&#8221; pun dalam beberapa sebutan masih digunakan untuk menyebut kota ini. Misalnya dalam kebanyakan tulisan berbahasa Jawa mayoritas masih menulis dengan sebutan &#8220;<strong>Sala</strong>&#8220;. Saya juga menemui contoh di pagar SMP negeri 6 Surakarta juga bertuliskan SMPN 6 SALA.</p>
<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_225" class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><img class="size-full wp-image-225" title="putri solo" src="http://mursid.web.id/wp-content/uploads/2010/01/putri-solo.jpg" alt="foto:putadaerah.wordpress.com" width="400" height="500" /><p class="wp-caption-text">foto:putadaerah.wordpress.com</p></div>
<p>Semakin dalam kita menggali apa saja yang tersirat di balik kota yang penuh dengan kegiatan budaya ini, maka semakin kita merasakan sebuah kehidupan dalam budaya jawa yang sebenar-benarnya dengan menjungjung tinggi adat dan nilai ketimuran, keluhuran, dan budi pekerti.</p>
<p>The post <a href="http://mursid.web.id/antara-solo-sala-dan-surakarta.html">Antara Solo, Sala, dan Surakarta</a> appeared first on <a href="http://mursid.web.id">setiyo mursid</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mursid.web.id/antara-solo-sala-dan-surakarta.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>31</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Legenda Gapura Batas Kota Solo</title>
		<link>http://mursid.web.id/legenda-gapura-batas-kota-solo.html</link>
		<comments>http://mursid.web.id/legenda-gapura-batas-kota-solo.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Apr 2009 09:20:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mursid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kota Solo]]></category>
		<category><![CDATA[Central java]]></category>
		<category><![CDATA[Kebudayaan Jawa]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Kraton Surakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Solo]]></category>
		<category><![CDATA[Solo Berseri]]></category>
		<category><![CDATA[Surakarta Hadiningrat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mursid.blog.uns.ac.id/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[<p>Pernah lihat atau lewat gapura perbatasan Solo dengan kabupaten sebelahnya? Itu lho, yang selalu kita jumpai saat masuk wilayah kota Solo dari berbagai jalan masuk utama. Gapura berwarna putih yang berdiri kokoh di sebelah kiri-kanan (berpasangan) jalan raya. Konon, cerita tentang gapura ini sangat menarik. Gapura Dibangun pada zaman pemerintahan Sri Susuhunan Pakubuwono X, Raja [...]</p><p>The post <a href="http://mursid.web.id/legenda-gapura-batas-kota-solo.html">Legenda Gapura Batas Kota Solo</a> appeared first on <a href="http://mursid.web.id">setiyo mursid</a>.</p>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center"><img class="size-medium wp-image-16 aligncenter" src="http://mursid.blog.uns.ac.id/files/2009/04/cj-010-300x225.jpg" alt="Gapura di Jurug,Solo" width="393" height="225" /></p>
<p>Pernah lihat atau lewat gapura perbatasan Solo dengan kabupaten sebelahnya? Itu lho, yang selalu kita jumpai saat masuk wilayah kota Solo dari berbagai jalan masuk utama. Gapura berwarna putih yang berdiri kokoh di sebelah kiri-kanan (berpasangan) jalan raya.</p>
<p>Konon, cerita tentang gapura ini sangat menarik. Gapura Dibangun pada zaman pemerintahan <strong>Sri Susuhunan Pakubuwono X</strong>, Raja Kraton Kasunanan Surakarta. Sebagaimana kita tahu, raja yang satu ini memiliki kharisma yang tinggi dan dengan Raja PB X inilah kraton Surakarta mencapai masa kejayaan. Pada zaman inilah kraton surakarta mengalami kemajuan dalam berbagai bidang kehidupan. Sebuah kerajaan yang membawahi Karesidenan Surakarta dan salatiga ini, masih meninggalkan jejak bersejarah sisa-sisa masa keemasannya. Apabila kita masuk daerah Solo, tak asing lagi di berbagai bangunan kuno yang masih kokoh berdiri pasti mempunyai logo kraton yang dilengkapi tulisan <strong>PB X</strong>. Ini adalah fakta sejarah yang bernilai tinggi dan adi luhur dibalik keunikan Solo dengan segala tradisi kulturalnya.<span id="more-144"></span></p>
<p style="text-align: center"><img class="size-medium wp-image-17 aligncenter" src="http://mursid.blog.uns.ac.id/files/2009/04/cj-008-300x225.jpg" alt="Gapura di Grogol" width="328" height="225" /></p>
<p>Balik lagi soal gapura, cerita dari orang-orang terdahulu. Gapura ini memiliki kekuatan mistis dimana ini sebagai benteng depan pertahanan Kraton Surakarta. Pembangunan gapura ini dilengkapi dengan upacara ritual meletakkan <strong>Lulang balondo</strong>. <strong>Lulang</strong> yang berarti kulit, dan <strong>Balondo</strong> adalah nama seekor Kerbau yang pada zaman dahulu memiliki kesaktian. Suatu saat kerbau itu mati, dan kulitnya dipotong-potong kemudian ditanam di semua gapura batas kota. Sehingga, ceritanya dahulu setiap ada musuh yang akan memasuki wilayah kerajaan dengan melewati gapura tersebut, maka semua kekuatan apapun akan lenyap ketika melewatinya. Musuh yang awalnya mempunyai kekuatan supranatural tinggi, ketika melewatinya akan menjadi sebagaimana orang biasa yang tidak mempunyai kekuatan lebih. Sehingga, ini dijadikan sebagai benteng pertahanan kerajaan.</p>
<p>Demikian salah satu cerita yang saya dapat dari kakek dan bapak serta orang-orang yang pernah menceritakan kepada saya. Ini bukan bermaksud untuk berlaku syirik maupun memuja benda, tetapi ini adalah legenda kerajaan yang mempunyai nilai historik dan sakral. Asalkan kita tidak beribadah atau meminta pertolongan pada gapura ini, maka semua masih biasa saja. Inilah pelajaran sejarah hari ini, besok dilanjutkan lagi, minggu depan kita kuis.<strong> Loh!!!</strong></p>
<p>The post <a href="http://mursid.web.id/legenda-gapura-batas-kota-solo.html">Legenda Gapura Batas Kota Solo</a> appeared first on <a href="http://mursid.web.id">setiyo mursid</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mursid.web.id/legenda-gapura-batas-kota-solo.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
