Setiyo Mursid

seluangnya dan seingatnya, update tergantung mood.

Menu Close

Category: Kota Solo (page 1 of 2)

Kota Solo, Kemegahan Dalam Kesederhanaan

Pasar barang antik Triwindu, Ngarsopuro, Solo. (photo: flickr/Stewart Leiwakabessy)

Pasar barang antik Triwindu, Ngarsopuro, Solo. (photo: flickr/Stewart Leiwakabessy)

Tanggal 17 Februari 1745, tepatnya 268 tahun yang lalu, sebuah peristiwa bersejarah terjadi di sebuah kota yang kini lebih sering disebut Solo. Ya, nama Solo sekarang memang lebih populer dari Surakarta, walaupun sebenarnya sama. Sri Susuhunan Paku Buwana II yang kala itu sebagai Raja, memindahkan ibukota kerajaan Mataram dari Kartasura ke Desa Sala. Read more

Paroden Boeat Apa Soesah (Paroden Basah)

paroden basah

paroden basah

Mengikuti dunia seni parodi dan humor di Kota Solo memang mempunyai kesan tersendiri, sungguh mengasyikkan. Meskipun memang sudah tidak begitu moncer (berjaya), namun masih terus eksis menghidupi atmosfer humor di kota bengawan ini. Setelah dulu aku pernah bahas tentang Orkes Humor Aseli Solo “Pecas Ndahe“, kali ini aku ingin me-review favorit kedua yang tak kalah lucu, yaitu Grup teather humor “Paroden Basah“.

Paroden Basah yang konon berdiri pada 10 Januari 2002 ini berawal dari kumpulan para penggiat teather di lingkungan kampus UNS Solo. Tapi ketika ditanya kapan Paroden Basah berdiri? Mereka pun akan menjawab “Paroden Basah berdiri sejak bu Kartini belum Mens“..dasar memang gila! Sebelumnya, grup humor ini bernama “Boeat Apa Soesah” dengan skill humornya mengajak masyarakat biar pun hidup susah tapi kudu tetap ketawa. Kemudian seiring perkembangannya, nama grup ini menjadi “Paroden Boeat Apa Soesah 24 jam” yang disingkat dengan nama Paroden Basah. Tagline grup ini adalah Comedy From Java. Read more

Selat Mbak Lies

Selat Solo memang sudah terkenal icon khas kuliner dari kota Bengawan ini. Penjualnya pun sudah banyak, salah satu yang terkenal adalah Warung Selat Mbak Lis. Warung selat yang satu ini tempatnya masuk gang kecil yang cuman bisa dilewati 1 mobil. Namun, tak mengurangi para penikmat kuliner untuk memburunya. Sekilas buat yang baru pertama kali menyambanginya, pasti akan terkesan dengan penampilan warung selat ini. Dihiasi dengan desain interior yang nyentrik semakin terlihat unik.

Desain interior dari warung Selat Mbak Lies memang unik, namun menurutku kurang tertata karena memang selain buat penampilan,  juga buat memajang barang dagangan berupa hiasan keramik. Tapi tetep aja wah.. Pengen duduk lesehan ada, pengen di kursi juga bisa. Pelayannya yang menggunakan pakaian khas Jawa, yang cowok memakai blangkon dan yang cewek memakai jarik lrik bersanggul mini, bila berbicara dengan tamu menggunakan Basa Jawa Krama, semakin mengesankan nuansa yang njawani. Read more

Pecas Ndahe di Mata Saya

Orkes Humor aseli Solo

Mendengar kata pecas ndahe jangan langsung berasumsi ini adalah kata yang dipake oleh blogger ini dalam setiap postingannya yang khas itu. Mungkin saja pecas ndahe yang ini lebih dulu ada dibanding yang itu. Lha wong pecas ndahe ini ada sebelum ditemukan blog.  Kalo wong Solo mendengar kata Pecas Ndahe pastilah langsung terbayang sebuah grup musik super lucu aseli Solo.

Pecas Ndahe adalah sebuah grup band yang  lebih tepatnya disebut dengan orkes humor aseli Solo . Saya bikin tulisan ini karena memang aku juga ngefans dengan pecas ndahe ini meskipun aku tahu sudah pernah ditulis di blognya mas AndyMSE. Read more

Antara Solo, Sala, dan Surakarta

The Capital of Batik

The Capital of Batik

Solo yang mana sebuah kota dimana aku biasa menghabiskan waktu tiap hari untuk berguru dari SMP sampai universitas. Walaupun saya bertempat tinggal di Sukoharjo. Namun, waktuku di rumah hanya seperempat dari 24 jam. Selebihnya aku melanglang Solo.

Sebutan Kota Solo dan Kota Surakarta itu saya bingung membedakannya. Saya tidak tahu pasti perbedaannya. Dalam hal pemerintahan misalnya, saya melihat ada tulisan di kop surat maupun di papan nama lembaga bertuliskan “Pemerintah Kota Surakarta“. Tapi kok setelah disingkat penggunaan katanya mayoritas lebih sering menjadi “Pemkot Solo“?. Sebuah permainan kata yang benar-benar memancing naluri keingintahuan saya. Read more

© 2017 Setiyo Mursid. All rights reserved.

Theme by Anders Norén.