Warisan Kebudayaan Dunia, Kebanggaan sekaligus Tamparan

Hari ini bertepatan dengan Hari Jumat, 2 Oktober 2009 bangun pagi dengan perasaan yang bahagia (lebay..). Sebuah hari yang membuat aku dan seluruh rakyat Indonesia boleh berbangga hati. Dimana pada hari ini Batik Indonesia (hand-made) ditetapkan sebagai warisan kebudayaan dunia dari Indonesia. Merupakan sebuah kebanggaan tersendiri bagi Indonesia yang notabene sebagai bangsa yang kaya akan beraneka ragam budaya, dan salah satunya telah berhasil membuat dunia internasional mengakuinya. (Niat posting tenan iki…)

Tidak usah panjang-panjang membahas momentum penetapan Batik Indonesia sebagai warisan budaya dunia. Aku yakin sudah banyak blogger yang akan mengulasnya. Mari kita flashback dan introspeksi sebentar biar kebanggaan ini tidak hanya sekadar aksi sekilas saat ini saja. Sejenak merenung lebih dalam apa yang telah kita lakukan sebagai bangsa yang kaya budaya ini? Kalau dipandang secara global memang memprihatinkan. Dalam suasana tegang atas klaim budaya yang dilakukan bangsa sebelah dan perasaan bahagia atas diakuinya batik Indonesia sebagai warisan dunia, ternyata di balik itu semua kepedulian masyarakat terhadap kebudayaan sendiri sangat tipis. Ngakunya Indonesia, tiap upacara hari Senin hormat bendera, tapi tetap melayang dengan gaya hidup budaya barat.

Mayoritas generasi muda bangsa ini terbawa arus westernisasi yang membuat nasionalisme dalam hati mereka dalam keadaan Low-Battery dan bergaya hidup materialis yang membutakan hati. Beberapa hari yang lalu, sempat chating dengan Neng-Ocha yang nasionalis banget itu ( piss cha…), membicarakan masalah nasionalisme itu memang tidak ada habisnya. Mau jadi apa bangsa ini kalo kebanyakan generasi penerusnya terbuai dengan gaya hidup glamour ala artis sinetron. Budaya timur yang sopan santun, ramah tamah, gotong royong yang kian terkikis dengan pergaulan bebas, dekadensi moral, narkoba, dan lunturnya rasa cinta tanah air. Cerita Harry Potter yang penuh khayalan tak logis itu lebih populer daripada cerita Bima Suci maupun Lahirnya Wisanggeni yang sarat akan pesan kehidupan dengan filosofi yang dalam.

Mungkin kadang bener juga sih kita butuh orang-orang sekaliber Noordin M Top yang secara bergerilya mencuci otak orang-orang, tapi yang aku maksud disini bukanlah mencuci otak untuk menjadi teroris. Namun, dicuci untuk diisi dengan pemikiran tentang kesadaran berbangsa, bernegara, dan berbudaya. (aku dudu teroris lho cah?cuman analogi ngawur).

Alangkah besar dan terhormat bangsa ini apabila seluruh masyarakatnya peduli dan berbangga dengan budayanya sendiri.Contohnya yang paling sukses adalah Jepang dengan implementasi budaya yang dikemas dalam sebuah cerita dan gambar yang sering kita sebut ‘anime’. Dari anak kecil, mahasiswa sampai orang sekelas pejabat negara banyak yang kecanduan sama yang namanya ‘anime’. Tapi apakah kita tidak sadar betapa kerennya bangsa Jepang ini yang sangat peduli dengan budayanya kemudian memperkenalkan kepada dunia dalam cara yang unik yang membuat seluruh dunia mengidolakan.

Kita boleh berbangga hati atas pengakuan dunia internasional dengan batik. Namun, ini sekaligus tamparan yang keras buat masyarakat Indonesia. Betapa tidak, disaat dunia internasional mengakui keunggulan kebudayaan Indonesia tetapi masyarakatnya sendiri sudah semakin pudar rasa cinta tanah air dan budayanya.

Front end Designer & Web Developer, (katanya sih) Blogger, Milo Dinosaurus Lover, fans Real Madrid dan penyuka angka tujuh.

22 comments On Warisan Kebudayaan Dunia, Kebanggaan sekaligus Tamparan

  • Avatar

    Saya mungkin termasuk generasi muda pecinta westernisasi yang Anda bicarakan di atas, tapi saya tidak menganggap rasa nasionalisme saya terhadap budaya Indonesia terkikis. Saya masih cium tangan orang tua kalau mau pergi dari rumah, saya masih suka kasih kue ke rumah tetangga, dan meskipun baju batik saya buat gaul ke mall tidak terlalu banyak, tapi baju tidur saya rata-rata bermotif batik.

    I’m proud to be Indonesian girl!

    itu mah tata krama atuh neng….

  • Avatar

    Nasionalisme bukan hanya berarti cium tangan orang tua, kasih kue ke rumah tetangga, dan pakai baju batik. Itu memang kebudayaan kita yang termasuk ke dalam paket nasionalisme.

    Inti dari nasionalisme adalah cinta tanah air. Dalam keadaan bagaimanapun, Indonesia nomor satu. Entah itu sepak bola, yang nasionalis pasti dukung Indonesia dulu baru yang lain.

    Salah satu bukti bahwa kita adalah seorang nasionalis adalah memakai produk dalam negeri. Ini mulai jarang dilakukan anak-anak muda sekarang. Kalau mereka pakai yang luar negeri, mereka bangga. Bagi saya tidak ada yang bisa dibanggakan kalau kita pakai buatan luar negeri, karena mereka untung, bangsa tidak untung. Kalau kita ngakunya nasionalis, kita harus merubah gaya hidup kita dengan memakai produk dalam negeri, mulai dari beras, gula, apel, jeruk, oli motor, meja kursi, laptop (karena sudah produksi sendiri).

    Kita bangga jadi Indonesia, itu nasionalisme. Kita bangga hidup dan punya kewarganegaraan Indonesia, itu nasionalisme. Kita toleran, peduli, dan menjaga persatuan, itu juga nasionalisme.

    @ Vicky Laurentina = Saya rasa hanya poin ketiga yang bisa disebut nasionalisme. Yang poin 1 & 2 lebih tepat disebut sopan santun.

    bener katamu ndra, ini soal budaya dan nasionalisme,bukan sopan santun dan tata krama, kalaupun di dalamnya terdapat unsur2 ramah tamah, gotong royong, dsb itu adalah bagian dari produk budaya.

  • Avatar

    huaahuaa .. saya termasuk anak muda korban pengikisan nasionalismee πŸ™

    gpp kalo memang sadar, ndang tobat…haha

  • Avatar

    Alhamdulillah kemaren aku pake batik (baru sisan tapi Batik Jogja). *terharu aku*
    Aku masih suka nonton wayang orang Sriwedari (biarpun sendirian) *agak2 wedi*
    Tapi aku seneng juga nonton bioskop trAn Tipi *hmm*
    Tapi seneng musik Jepang juga *wii*
    Tau nih termasuk nasionalis kagak…

  • Avatar

    Waduh imbuh Sid…
    Oli Motorku Pertamina Enduro 4T *yuhuuu…*

    sampluk tiyoe…

  • Avatar

    lha kui kok jepang o.0

    XD

    sing ndi dul??

  • Avatar

    bangsa Indonesia itu kaya !!!
    kaya budaya, kaya pemandangan alam, kaya suku bangsa.
    Karena terlalu banyak, jadi lupa, mana yang akan ditonjolkan.
    Pas ada yang diambil orang, baru sadar kalau punya sesuatu.

    yak’e yo ngunu kui mas…

  • Avatar

    Waahh gw bangga sekali lah πŸ˜€ hidup Indonesia!

    Lam knal ya..

  • Avatar
  • Avatar

    aku wae ra apal aksara Jawa, mas
    (doh)

  • Avatar

    Fakta nyata perubahan gaya hidup lambat laun mengikis sebagian rasa nasionalisme dan rasa cinta pada budaya bangsa sendiri..
    Tp masih bersyukurlah kita karena setidaknya masih tersisa sebagian rasa cinta dan sadar akan keberadaan budaya bangsa ini di antara nektar pertiwi yg kita makan tiap hari.

    Tak kita pungkiri bahwa banyak orang yg ingin hidup gaya atau hidup dengan gayanya..,yg perlu kita sadari di sini yaitu bagaimanakah agar pilihan gaya itu lebih tertekan pada budaya sendiri dan tidak keliru dengan gaya gaya kupu-kupu atau gaya dada.. πŸ˜€

  • Avatar

    warisan kebudayaan untuk selamanya…
    “salam kenal dari blogger kalsel”

  • Avatar

    quote:
    “Contohnya yang paling sukses adalah Jepang dengan implementasi budaya yang dikemas dalam sebuah cerita dan gambar yang sering kita sebut β€˜anime’. Dari anak kecil, mahasiswa sampai orang sekelas pejabat negara banyak yang kecanduan sama yang namanya β€˜anime’. Tapi apakah kita tidak sadar betapa kerennya bangsa Jepang ini yang sangat peduli dengan budayanya kemudian memperkenalkan kepada dunia dalam cara yang unik yang membuat seluruh dunia mengidolakan.”

    XD ah kowe iki

  • Avatar

    Oalah, itu yang saya maksud bukan kita mencontoh dan mengikuti budaya jepang, tapi kita mencontoh kesuksesan dan kiat jepang dalam memasarkan budayanya dan nantinya kita bisa mengimplementasikan dalam melestarikan dan mempromosikan budaya kita.
    Ah gitu aja gak tau tho ya..

    *maaf bales pake hape ga sempat masuk admin*

  • Avatar

    *serius men*

    mung gojek og XD

  • Avatar

    kabeh serba nanggung, sing ra nanggung yo katroke kuwi…
    *ojo nulis sing marai bingung ah Sid!!!*

    bingung apa belum cukup berpikir?

  • Avatar

    kalo menurutku, kita gak usah terlalu mengartikan nasionalisme secara sempit. memakai batik, bukan sesuatu yg sangat perlu menurutku utk mengekspresikan nasionalisme dan semacamnya. πŸ™‚

  • Avatar

    ya niru jepang ae…. batik anime, naruto pake batik, blankon.. haha

  • Avatar

    ngga cuma batik sid,,, musik2 daerah asli Indonesia jg sudah mulai ditinggalkan…. coba tanya generasi muda sekarang tentang slendro/pelog (khusus jawa), pasti pada ngga tau… paling dikiranya nama makanan tuh…. πŸ˜€

  • Avatar

    Salamkenal mas, bloggwalking neh, saya menawarkan tukeran link neh mas, semoga bisa manjadi tali silahtuirahmi. saya nantikan kunjungan baliknya yah, makasih πŸ™‚

  • Avatar

    by kayu jabon

    Mantab bang .. di tunggu kunjungan baliknya ya ,,, πŸ˜‰

    tamparan bgt bang

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Warisan Kebudayaan Dunia, Kebanggaan sekaligus Tamparan

by Setiyo Mursid time to read: 2 min
22